Purnama menangis, berkilauan cahyanya di kelap kelip bintang
Perlahan alunan angin membawa air matanya jatuh
Meretas di sungai kerinduan malam
Sayap2 mungil membuka dan menarikan kepedihan mendalamLepas..pergi dari aliran sungai kerinduan
menyambut purnama di saat waktunya
menanti cinta yang datang
dan menyalakan pelita di setiap penjuru hati yg tlah berlalu gelap
Purnama dengan seribu harapan dan doa
Serta kehidupan ber- imajinasi dalam pengembaraan
Seakan..dirimu ada didalam hatiku
Yang ku simpan di tempat yang terindah
dari semua kebuntuan yang terjadi
Purnama, hanya 15 hari muncul, selebihnya ia mati
Cahyanya tampak teduh dipantulan permukaan telaga
dan irama malam membawa sunyi
Begitupun nasib adalah sebuah kesunyian hidup ( chairil anwar).
Selamanya..dan selamanya
Hanya berlalu..dan purnama masih tetap pada waktunya
Membuka cahyanya secara total
Betapa menyedihkan ketika Purnama datang
tak ada satupun ditemukan dalam cahyanya.
(Malam ini,..aku jatuh cinta padamu
Menantimu dalam kepastian cinta)
Hanya berlalu..dan purnama masih tetap pada waktunya
Membuka cahyanya secara total
Betapa menyedihkan ketika Purnama datang
tak ada satupun ditemukan dalam cahyanya.
(Malam ini,..aku jatuh cinta padamu
Menantimu dalam kepastian cinta)
------
by olive, bandar lampung., Maret 2011
by olive, bandar lampung., Maret 2011

Tidak ada komentar:
Posting Komentar