Tangisanku bukanlah dibawah matahari
Bukanlah dibawah rembulan bersinar
Tangisanku disaat kabut datang
dan embun2 membasahi altar sujudku diatas tanah.
Ketahuilah aku meratap pada kesunyian
dan merangkai kabut menjadi hamparan sajadah kerinduan
dari setiap butiran2 kabut yang menjadi embun
Sbab aku merasakan dahaga kering
Aku bersujud ditanah berembun ini
Merebahkan sinar matahari serta seribu keagungan langit
Aku bersujud ditanah berembun ini
Tuk mendengar suara2 azan dari dalam bumi
Ketika suara langit itu tlah menjadi galau
Ku tidurkan diriku dan berdoa, sementara tanganku lemah tuk percaya
Kabut tlah membutakan mataku
tapi hatiku tetap berharap pada Mu
Kapan Engkau datang?
agar perjamuan anggur kehidupan yg asam dapat ku minum.
Tuhan, basuhlah air mataku
agar ku mengerti bahwa hidup pada akhirnya bukanlah pencarian semata tapi kerinduan dalam penantian.
Sbab kerinduan merupakan pintu yg terbuka tuk percaya pada kesetiaan.
---
Olive ,
Tanjung Gading, dekat rel kereta...des 2011

Tidak ada komentar:
Posting Komentar