Selasa, 10 Januari 2012

Cinta

Termenung……dan termenung….diam dalam seribu kata…menatap langit-langit kamar. Saat aku berhadapan dengan cinta …… dan…haruskah berakhir tersendu dan menaburkan bunga kesepian kembali didepan nisan Cinta.
Siapakah yang sekarat? Aku atau cinta !

Peristiwalah yang terluka dan menjerit didesakan tangis hati
Diantaranya kita sering memperebutkan yang terbaik tentang cinta
Memperhitungkan seberapa jauh beban itu ternilai, dari begitu banyak pertanyaan dan jawaban saat dihadapan pada peristiwa yang terjadi.

Jika kita menerawang ke langit, maka tidaklah mungkin menghitung bintang, demikian pula ketika langit-langit kamar yang terbatas diukurkan , maka begitu terbatasnya cinta

Ketika cinta didudukan pada proses yang nampak hanya waktu dan beban
Lalu cinta didudukan pada polemik yang nampak hanya dilematis untuk tidak segera diputuskan

Demikianlah yang terjadi …dan menambah semakin ragunya diri, saat kita tidak tahu apakah itu cinta atau bukan
Dan akhirnya lebih mudah mengatakan kabut
Cinta menjadi polemik ketika dipertanyakan, dan menjadi proses ketika tidak dipertanyakan

Cinta tidak menakutkan atau menyenangkan… bukan nilai rasa
Kesedihan atas cinta bukan salahnya cinta atau salahnya orang lain
Oleh karena kita tidak mau memberikan tempat dan kerelaan yang luas agar cinta memberikan didikannya

Cinta selalu memberikan arti hidup bukan sekedar roti dan anggur
Ia membutakan penglihatan mata untuk membuka mata hati kejujuran dari jubah keriangan semu semata.
Cinta juga mengajarkan hidupnya hidup dan matinya kematian
Bukan hanya pada pengampunan tetapi pada urapan dari kekeringan hati,yang mengalirkan air hidup

Cinta bukanlah persoalan agama, suku, kelas sosial,dan ras
Bukan pula persoalan masyarakat , tetapi berangkat dari tiap-tiap manusia yang hendak menjadi manusia.
Bukan pula menjadikan manusia pilihan…. Cinta bukan pilihan

Cinta akan datang dan bergelut bersama mu sesuai dengan anugrahmu

Cinta bukanlah simbol – simbol keagungan dan juga kemelaratan….
Cinta adalah hati nurani
=------
Cihampelas, Bdg  sept 2003

ORGANISASI DAN SUPPLY GERILYA SOVIET

I. Organisasi Pertahanan sipil (Organization of partisan)
1.Gerakan gerilya unit di bentuk pada setiap perencanaan, fasilitas transportasi cepat, pada semua unit pemerintahan atau unit kolektif. Mereka terdiri dari pria dn wanita yang diberikan mandat menjalankan pertahanan sipil.
2.Struktur oragnisasi meliputi : organisasi untuk tenaga administratif, pemerintahan desa dan kota. Mereka di pimpin oleh unit komando ataupun perwira staff.
3. Rekrutmen melalui seleksi oleh Dewan Perwira Tentara Merah meliputi: mantan militer, atau yang pernah mendapatkan pelatihan militer, dan organisasi partai yang mempunyai jiwa militansi tinggi.
4. Unit2 pertahanan sipil dibagi menjadi peleton, kompi dan regu.
5. Organisasi pertahanan sipil sebuah oragnisasi yang berdasarkan:
5.a.Pleton : pertahanan sipil dengan perlengkapan senjata api.
5.b.Kompi : diperlengkapi dengan granat dan bom molotov untuk menghambat dn menghancurkan unit kaveleri atau tank musuh.
5.c Unit khusus (special Group) : digerakan di belakang garis musuh untuk menghancurkan jalur transpportasi, komunikasi , dan logistik perang musuh (bahan bakar, amunisi dsbny).
5d.Unit pengintai: unit yang bergerak untuk mendapatkan informasi kekuatan dn gerak musuh.
5e. Infanteri, pasukan berkuda, dan personil komunikasi bergerak mengamankan koreksi/pengawasan antara regu dan para pemimpin regu dan semua unit tentara merah.
II. Tugas Pertahanan Sipil
1. Semua unit terdiri dari : masyarakat dan birokrat untuk melawan fasis jerman dan mendukung operasional tentara merah sebagi pengikut /bantuan terhadap operasi, keamanan jalur supply logistik serta mempertahankan hubungan komunikasi dengan kota, unit2 industri dan unit2 ekonomi kolektif, dan unit2 transportasi.
2,Unit2 operasi tempur bekerja sama dengan pasukan pelintas sungai, dan pasukan parasut.
3.Unit konstruksi benteng, membangun dan mempertahankan pertahanan benteng.
4.Semua organisasi pertahanan sipil harus memahami situasi negara/wilayah dengan baik. Mereka harus memusnahkan stock logistik, bahan bakar alat komunikasi agar tidak dikuasai musuh, jika musuh menyerang.
III.Supply Logistik
1. Merencanakan dan mengerakkan semua unit2 ekonomi kolektif, dan melayani kebutuhan mobilitas pertahanan sipil. Mereka harus melayani kebutuhan pangan dan seraga,. Unit ini dipersenjati dengan senjata, granat , pistol dbnya. Juga perlengkapan tanda bahaya dan kendaraan.
IV Persiapan Pergerakan Pertahanan Sipil
" Ketika unit2 bergerak secara mobilitas, mereka dibentuk oleh dan dipimpin oleh satuan komando dan komisaris partai untuk tuga2 komando sipil dan latihan untuk melakukan kontak perang secara sederhana".
Pimpinan:
"Unsur pimpinan di bentuk dari komite eksekutif dan dewan pekerja buruh".
Pergerakan pertahanan sipil soviet adalah pergerakan gerilya dan bukan organisasi struktur yang kaku. Pada jumlah personil,kekuatan,keahlian dan perlengkapan. Yang terpenting menumbuhkan ikatan emosional dari keragaman penduduk lokal, suib ordinat perintah dan kedisplinan yang tidak kaku seperti organisasi tentara reguler.
Kemampuan adaptasi dalam memahami semua permasalahan, ketegangan emosiona lebih diutamakanl daripada merangkai semuanya dalam laporan2 resmi administratif militer.
Disadur dan dirangkum "Guerilla Warfare" Gen. Audbrey.
terjemahan oleh Paulus olive

Kata Penghantar Hari Kiamat

Sebentar lagi kiamat, bintang nibiru akan datang, kitab wahyu dengan apsintus-nya akan muncul. Film pun dirilis menyambut kiamat di tahun 2012.

Ketika hidup itu sebuah perjalanan manusia, satu demi satu fragmen akan dilaluinya, bab demi bab waktu dan kejadian, maka saya pun merasa perlu membuat kata penghantar untuk memulai bab-bab menuju kiamat.
Pertama, kata kiamat menurut kamus bahasa indonesia mengandung arti hari kebangkitan sesudah mati (orang yg telah meninggal dihidupkan kembali untuk diadili perbuatannya);Celaka sekali; bencana besar; rusak binasa: Sedangkan menurut kitab wahyu yaitu kedatangan kerajaan seribu tahun.
Definisi kamus bahasa indonesia mengandung pengertian kehancuran dan kebangkitan kembali, tapi persoalannya tentu bukan manusia yang terkena bencana kiamat akan bangkit,(maaf kalau terjadi maka peradaban pasca kiamat penuh populasi zombie). Tapi sebuah kebudayaan/peradaban baru akan muncul. Maka apeslah bagi yang mati tanpa menikmati peradaban baru.
Definisi menurut Kitab Wahyu mengacu pada peta perpolitikan monarki selama 1000 tahun..wouu.. sebuah pemerintahan tirani yang menolak anti kemampanan politik. Inipun bahaya, sebab kreatifitas manusia terbelenggu. Ingat! pemberontakan juga sebuah kreatifitas.

Apapun itu arti kiamat, hal terpenting bagaimana menyikapi kehadiran kiamat nanti. Kiamat sekarang ini banyak disikapi melalui pembangunan spritualitas dengan acara2 ritual, doa2, dan juga pembangunan fisik berupa dome home yang akan mampu minimalkan efek bencana kiamat.Sementara kiamat juga belum jelas akan datang atau tidak, tergantung mood-nya. Hal yang menarik bahwa setiap pemusnahan species pasti tersisa 5%-10% populasi, so.. manusia memang selalu berhasil melalui tahap apapun, cuma bukan berarti menang.

Memahami kiamat begitu banyak, dari bagaimana dan cara kiamat datang (air bah,meteor,gempa bumi dstnya) sampai pada sikap masa bodoh terhadap kiamat. Sikap terakhir yaitu skeptis pada penyelamatan diri, walaupun berusaha selamat, tokh mereka pikir probalitas terbesar yi mati. Tapi  hidup itu sebuah proses perjuangan bukan hasil.
Kiamat bisa dipahami lain, yaitu sebuah peristiwa penciptaan kosmos menjadi penghancuran kosmos. Ya, bagaimanapun terdapat postulat semua yang dapat diciptakan harus dapat dihancurkan. Maka benarlah kata-kata Raja Salomo bahwa hidup adalah kesia-sian ( walau ia punya 300 selir dan 700 gundik tetap merasa sia-sia).

Sebenarnya  siapa sih pertama yang mencetuskan ide tentang kiamat? banyak yang bilang bangsa sumeria kuno, babylon kuno, maya kuno..loh...ide kiamat ternyata milik masyarakat kuno. Hari kiamat tlah dekat, anak2 tidak lagi taat pada orang tua dan agama, kebatilan merajalela.. Ternyata kiamat berangkat dari kemuraman kehidupan . Padahal pemberontakan itu sebuah dinamika dan kreatifitas juga bukan tanda kiamat.
Jadi kiamat itu perlawanan terhadap bentuk2 ide manusia itu sendiri, ketika pikiran manusia adalah juga wilayah kekuasaan eksistensi diri manusia melawan keterbatasan2 manusia. Kiamat meniadakan hal tersebut.

KIAMAt pada akhirnya sebuah anti tesis pada kehidupan. Selamat Tahun 2012..dan selamat datang ide kiamat.
---
Ladangku, januari 2012

Minggu, 08 Januari 2012

MENGINTIP KAU MANDI



Hai perempuan, aku bukan seorang Jaka Tarub yang mencuri pakaianmu.
Tapi aku mencuri keanggunan  perempuan.
Aku tidak bisa menemukan delima hazel di dunia ini,
Tapi menemukannya di bola mata mu..
Begitu lembutnya kaki mu di permukaan air, seperti seorang Nabi berjalan diatas air.
Begitu indahnya rambutmu, seperti hembusan perlahan angin menjelang musim semi.
Lihatlah, betapa bunga sakura berbunga setahun sekali, namun warna-warna dirimu bersemai setiap saat.
Kecantikkanmu adalah Timur
Sbab segala yang terindah selalu terbit di timur matahari..
-----------
November 2010, by olive

PEREMPUAN SAMARIA


Hari ini kutuliskan segala yang terjadi
Tentang seorang lelaki padang pasir yang begitu tulus dengan suara damainya
Tentang kesetiaan dan cintanya
Pada hidupnya hidup dan matinya kematian
Penyelamat hatiku….
Aku seorang pelacur , terlahir dari suku yang terasing , telah terkalahkan dan menguburkan kebesaran leluhurnya dibawah kekuasaan kaki-kaki penakluk manusia.
Saat kau datang kesuku kami , kurasakan kelembutan matamu  dan  membuatku menari disisi Mu

Penyelamatku…
Kedalaman perasaanku telah menghantarkan apa yang patut kau dapatkan dariku
Didalam asaku….. aku selalu berharap merasakan gengaman selimut dan merintih disaat rahimku menjadi kanak-kanak dunia
Ku urapi engkau dengan minyak zaitun dan kubasuh kakimu dengan rambutku
Kau sungguh sempurna , sebagai lelaki dari sekian lelaki yang datang padaku disaat malam
Hendaknya kau menjadi panutan para kesatria, buat apa pedang dihunuskan dan perisai dikedepankan, sementara wanita-wanita tidak tahu mana yang akan diurapi diantara panji-panji kekuatan atau kepalanya?

Lelaki bermata damai … aku tidak bisa duduk bersamamu dan berbicara seperti mereka..
Aku tidak mempunyai bahasa lagi, sebab itu telah diambil oleh mereka yang telah mengalahkan kami dan mendudukan kaumku dibawah yang terhina
Kami adalah sampah yang hanya mampu sadar untuk tidak meraih bulan
Siapakah yang mau terlahir sebagai sampah menurutmu?
Kami tidak menghendaki ini namun mereka yang melahirkan kami dalam sebuah status
Dan ludah wanita-wanita terhormat telah menempel pada wajah kami

Menjadi manusia adalah sulit bagi kami,,
Menjadi binatang itulah yang telah dimahkotakan pada kami
Kami adalah stabilitas yang menstabilkan kududukan bangsa-bangsa terhormat
Tidak ada terhormat tanpa terhina untuk bisa hadir sendiri

Tidakkah kau tahu… saat mereka datang pada kami…
Dimata mereka kami adalah binatang-binatang kelaparan yang hanya diberi makan dan elusan tangan-tangan harum

Lelaki lembut… saat kau bicara tentang surga dan kedamaiannya
Kami menyambutnya dalam senyum, namun dihati kami begitu banyak keperihan yang sulit untuk mempercayai adakah janjimu itu bukan hayalan
Kami tidak tahu lagi tentang bahagia itu, selain senyum dan tersenyum
Senyuman kami merupakan jawaban …. Kenapa Tuhan membiarkan kami
--------
Cihampelas, Bandung., 2002

olive

NAMAMU MAGDALENA

Magda… lena.. mengapa kau tatap wajahku?
Aku berkata jujur padamu dari lubuk hatiku

Adalah surga terbayang sebagai taman
Dimana bunga-bunga mekar dan lebah-lebah serta kupu-kupu hinggap
Dan bercinta bersama manisnya madu
Alam berseri menjadi sahabatnya manusia

Aku dan engkau berdiri diantara surgaku dan surgamu
Surgaku yang mampu menghubungkan ribuan bahkan milyaran mil
gugusan bimasakti
Sehingga Matahari, bulan, Mars sampai Pluto teramat dekat
Aku ingin duduk dalam perjamuanmu
Biarlah roti dan mungkin asamnya anggur hidupmu dapat kurasakan
S”bab aku ingin tahu surgamu

Aku datang padamu , namun tidak kutemukan roti dan anggur
Mengapa kumbang dan kupu-kupu menghisap madumu ,
Kini kau tuangkan madu dirambutku
dan kau bersihkan deritaku dengan mahkotamu
Cinta bukanlah roti dan anggur
Tetapi pengampunan dimana madu menghilangkan pahitnya derita
dan mahkota yang menimbulkan kembali keindahan seperti sediakala

Aku akhiri batu-batu yang menerpa tubuhmu ,
tidaklah mungkin tuhan-tuhan dunia ini memamtikan perasaanmu
Mulutmu diam seribu bahasa
Tapi senyuman dan sinar matamu melebihi kejujuran yang kumiliki
Bahwasanya kau pantas menerima batu-batu penghakiman tersebut

Tidak..Magda..kau tidak boleh mati saat itu
Bukan kau yang harus menyelamatkan derita dunia ini
Tapi Aku…putra Dewata
Tahukah kau saat kutulis coretan diatas pasir?
Betapa sulitnya mengungkapkan dengan suara…
siapakah engkau dan mereka sebenarnya?
Akupun tidak tahu apa yang harus kuselamatkan…dagingmu atau hatimu, ataukah keduanya?
Mulutku saat itu terkunci
Walaupun kegelapan oleh orang-orang suci tetaplah gelap
Tapi kau telah mengubahnya

Magdalena …kulihat engkau menangisi aku yang sekarat ini
Magda…...aku tidak ingin menjadi Dewa
Yang berakhir dimenara monumen
Aku ingin seperti engkau dengan segala deritamu,
sebab dihatimu tidak ada dinding ratapan.
Para nelayan berlayar menurut apa kata hati bintang-bintang,
tapi engaku hanya senyuman, kekuatan, kelembutan dan cinta.
Itulah membedakan kau dengan tamu yang lain diperjamuan malam itu.

Aku ingin tinggal bersamamu
Lihatlah jeritan darahku telah merobek kesucian yang telah berdiri begitu munafik
Kesucian yang dibangun ribuan tahun dari darah dan daging
Kini kuakhiri….
Tapi aku tidak tahu apakah akan berakhir?

Magda…pulanglah …
Serta jangan kau tangisi aku
Altar dan zaman tidak mengetahui perasaanmu
Telah kutetapkan untuk hadir kembali bersamamu
---

Cihampelas, bandung, 2001

PEREMPUAN APA YANG KAU NANTI

PEREMPUAN.... BICARALAH PADAKU
Kelamnya hidup bukanlah seperti patung yang berjejer
Menatap alam diatas tujuh puncak surgaloka
Sementara altar zaman telah meletakkan jasad-jasad kesucian , tanpa dikafani, telanjang, mulut terngangga

PEREMPUAN ..MASIHKAH AWAN TEMPAT TIDUR MU?

Di manakah harapan itu kau bangun?
Sementara waktu dan kehidupan menyeretmu secara perlahan dan pasti kearah tua.
Menjadi tua itu tertancap keras di bumi kepastiannya, bukan diatas awan dan langit.
Dan tidak bisa keluar lagi. Tua tidak lagi bersentuhan dengan kulitnya, karena keindahan kulitnya telah menjadi alur-alur waktu yang kering di musim-musim lalu, menjadikannya kehilangan bentuk rupa.
Janganlah menjadi tua sebelum masa pertumbuhan pudar menurut masanya. Cita-cita bukanlah matahari yang membakar diri.
Di dalam kebeningan mata mu, ada banyak keinginan / dan di lubuk hatimu tersimpan kepiluan.
Ke-nang-lah harapan-harapan lalu yang telah kau bangun dan hancur/ untuk kesadaran dirimu, disaat pikiran melahirkan ketakutan.
Tanpa ketakutan , kesadaran akan hilang dan kesadaran itu adalah mimpi yang datang tak terduga.
Jawablah mimpi-mimpimu itu.

PEREMPUAN..DENGARKANLAH SUARA RAHIM JIWAMU.
Seorang bayi telah menangis. Bayimu adalah realitas yang terjadi.
Meraung-raung bersuara di angkasa/ mengalahkan azan pagi. Dibawah terang dan diikuti kegelapan..akan ter-tipu-nya kejujuran hati.
Mari beri ranjang bagi lolongan jiwa
Dan usapi darah-darah yang terkucur dari suatu pengorbanan cinta
Besarkan realitas ini! Walau realitas itu hadir dari akibat kesalahan kau dan sejarah
Mereka adalah anak-anak jiwamu
Jangan dibunuh kesalahan itu, sebab itu penghianatan atas Hukum kehidupan.
Sebab semua yang hidup selalu berawal dari kesalahan, serta menikmatinya
Kita bukan Tuhan yang menentukan kematian dan kehidupan.

PEREMPUAN...KATAKANLAH ENGKAU MENANGIS.
Zaman tidak mendengarmu, bahkan ribuan tahunpun
Jeritan keperihan seakan bagaikan nyanyian hidupnya sejarah manusia
Menahan tangis adalah tangisan sepanjang zaman
Menangislah engkau saat ini. Menangislah…
Biarkan air matamu jatuh.
Jika menangis,...tentulah sepi itu tidak pernah hadir dihati.

PEREMPUAN...TATAPLAH LANGIT
Bersama air mata yang membayangi sinar matamu
Basuhlah jiwamu dengan urapan kasih yang masih tersisa
Megahkan dirimu / pukullah genderang perang
Agar kau tidak merasa terasing dengan nasibmu.

====
Buah Batu, Bandung, 2001
By. Paulus Olive Tumbur Simanungkalit., SP